Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Benarkah Umat Muslim Menyembah "Ka'bah"?


Setiap Umat Islam yang taat pasti tidak terlepas dari kewajiban Rukun Islam, salah satunya adalah menunaikan Sholat. Sholat 5 waktu merupakan kewajiban yang harus ditunaikan setiap hari bagi setiap orang yang beragama Islam/ Muslim. Lalu benarkah umat islam dalam melakukan Sholat sama dengan menyembah Ka,bah?.

Diketahui bahwa Ka,bah merupakan bangunan berbentuk segi empat yang berada di Arab. Ka,bah diyakini telah ada Ribuan tahun silam sejak masa nabi Ibrahim. Ka,bah juga merupakan Kiblat atau Arah umat muslim untuk melakukan Sholat. Sebagian orang diluar Muslim menyebut bahwa orang-orang islam itu adalah kaum penyembah Ka,bah, padahal hal tersebut tidaklah benar dan umat muslim sendiri telah membantahnya.

Pemeluk agama islam yang beriman kepada Tuhan dan Nabinya tentu akan mematuhi semua perintah yang diberikan. Apalagi soal ibadah Sholat, umat muslim diperintahkan secara tegas didalam Al-Qur,an bahwa ketika Sholat harus menghadap ke arah Ka,bah. Umat muslim berpendapat :

"Kami bukan menyembah Ka,bah, Kami adalah umat yang paling patuh akan perintah tuhan kami. Kami sholat kearah Ka,bah karena diperintahkan oleh ALLAH SWT sebagai tuhan kami dan NABI MUHAMMAD SAW sebagai utusannya. Jikalau kami diperintahkan Untuk sholat kearah Gunung, maka kami akan sholat kearah gunung. dan jikalau kami diperintahkan sholat kearah pohon, maka kami akan sholat kearah pohon"

Nah, sudah jelaskan inilah alasan mengapa umat muslim Sholat menghadap kearah Ka,bah, intinya umat muslim bukan menyembah Ka,bah akan tetapi hal itu merupakan perintah langsung dari Tuhan. Berikut Ayat yang memerintahkan bahwa Orang islam wajib Sholat untuk menghadap ke Ka,bah

"Al-Baqarah [2]: 142-145"
( 142 )   Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”.

( 143 )   Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

( 144 )   Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

( 145 )   Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu — kalau begitu — termasuk golongan orang-orang yang zalim.

Post a Comment for "Benarkah Umat Muslim Menyembah "Ka'bah"?"